Mengenal Arti Semesta dan Konsep Tuhan yang Melampaui Logika

Mengenal Arti Semesta dan Konsep Tuhan yang Melampaui Logika

“Pahami makna semesta, konsep Acintya, serta dua dimensi ketuhanan dengan cara pandang sederhana yang mudah kamu cerna.”

Kata semesta lahir dari bahasa Sanskerta samasta. Kata ini berarti seluruh, keseluruhan, semua, atau segala sesuatu. Dalam pemahaman spiritual, banyak orang memaknai semesta sebagai Tuhan Yang Maha Esa.

Semesta itu satu. Kamu tidak perlu memperdebatkan jumlahnya lagi. Semesta juga terbentang sangat luas. Kamu cukup mempelajarinya sesuai kebutuhan hidupmu. Otak manusia memiliki kapasitas biologis yang terbatas. Saat belajar hal spiritual atau sains, kamu harus menetapkan tujuan yang jelas. Kamu tidak akan mampu menampung semua rahasia galaksi sekaligus ke dalam kepala.

Tuhan bekerja seperti semesta. Keberadaan Tuhan tidak memiliki batas. Otak manusia tidak mampu menjangkau hakikat utuh kehadiran-Nya. Tradisi teologi Hindu menyebut konsep Tuhan yang tidak terpikirkan ini dengan istilah Acintya atau Acintyatva. Istilah ini menunjuk pada kemahakuasaan mutlak yang melampaui logika, imajinasi, dan panca indra manusia. Filosofi Jawa merangkum kondisi ini lewat kalimat tan keno kinoyong opo, artinya sesuatu yang mustahil terdefinisikan oleh kata-kata manusia.

Para pemikir membagi dimensi ketuhanan atau Brahman ke dalam dua konsep utama.

Konsep pertama adalah Nirguna. Dimensi ini menempatkan Tuhan tanpa bentuk fisik, tanpa batasan materi, dan berada jauh di atas kemampuan akal budi. Kamu tidak bisa menggambarkan dimensi ini lewat bentuk visual apa pun.

Konsep kedua adalah Saguna. Dimensi ini menghadirkan Tuhan dalam wujud tertentu, memiliki sifat personal, serta bisa kamu hubungi melalui simbol, nama suci, dan sarana doa. Dimensi ini hadir agar pikiran manusia yang terbatas bisa memusatkan fokus saat beribadah.

Selain dua dimensi tadi, ada sifat imanen dan transenden.

Sifat imanen dikenal dengan istilah Wyapi Wyapaka. Tuhan berada di mana-mana. Tuhan meresap ke dalam setiap sel hidup, butiran tanah, hembusan angin, dan detak jantungmu. Semua materi di ruang angkasa membawa percikan energi tersebut.

Sifat transenden dikenal dengan istilah Nirwikara. Meskipun meresap ke dalam seluruh materi fana, Tuhan tidak ikut rusak atau berubah saat materi itu hancur. Alam semesta bisa mengalami ledakan bintang, namun sumber energi utamanya tetap utuh dan melampaui kehancuran fisik.

Wawasan ini memberi panduan nyata untuk kehidupan harianmu. Saat kamu menghadapi masalah berat, kamu tidak perlu mencari ketenangan ke tempat yang terlalu jauh. Sadari bahwa energi semesta selalu mengalir di dalam tubuhmu. Ambil waktu jeda, tarik napas panjang, lalu amati pikiranmu sendiri tanpa rasa panik. Gunakan akal sehatmu untuk menyelesaikan tugas duniawi, lalu serahkan hasil akhirnya kepada kuasa semesta yang melampaui logikamu.

Artikel Terkait Lainnya